Featured Posts

Wakil Dekan & Kaprodi BaruWakil Dekan & Kaprodi Baru Hari ini(11 Juni 2010) telah dilantik jajaran fakultas terbaru, perubahan struktur tampak jelas.  Untuk menghindari penumpukan kebijakan dan tugas maka beberapa fungsi BK dan BAA ada yang dibagi...

Lanjutkan membaca...

Besok & Wajib Datang! : SUPER ATBesok & Wajib Datang! : SUPER AT Rabu 26 Mei jam 15.30 @ ged k...... ada silaturrahmi dengan pak Rektor kita Pak AT..... datang ya! doet konsumsi, TAK, penjaringan aspirasi langsung. n pastinya ada diskusi akrab sama pak rektor.......

Lanjutkan membaca...

LKO Lanjutan 2010LKO Lanjutan 2010 LKO Lanjutan 2010. Buruan daftar!!

Lanjutkan membaca...

Coming soon : Upgreat!Coming soon : Upgreat! Coming soon : Upgreat BEM KBM IT Telkom by Biro Cracy. Minggu, 9 Mei 2010. 06.00 WIB till drop. Persiapkan Diri Kalian!

Lanjutkan membaca...

Rektor baru = Bersiaplah BerbedaRektor baru = Bersiaplah Berbeda Di tengah kesibukan selaku Orang Nomor 1 “baru” di kampus ini, Bapak AT Hanuranto menggelar public hearing (lebih tepat disebut sarasehan) bersama mahasiswa pada Kamis, 22 April 2010 di aula/Student...

Lanjutkan membaca...

  • Prev
  • Next

Sekilas tentang Ergonomi (rujukan dalam mengelola organisasi)

Posted on : 08-07-2010 | By : admin | In : Riset&Teknologi

0

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien).

Ergonomi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.Keduanya mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). Aspek kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi rasa kepercayaan dan rasa kepemilikan pekerja kepada perusahaan, yang berujung kepada produktivitas dan kualitas kerja.

Pencapaian kinerja manajemen K3 sangat tergantung kepada sejauh mana faktor ergonomi telah terperhatikan di perusahaan tersebut.  Kenyataannya, kecelakaan kerja masih terjadi di berbagai perusahaan yang secara administratif telah lulus (comply) audit sistem manajemen K3.  Ada ungkapan bahwa “without ergonomics, safety management is not enough”. Keluhan yang berhubungan dengan penurunan kemampuan kerja (work capability) berupa kelainan pada sistem otot-rangka (musculoskeletal disorders) misalnya, seolah-olah luput dari mekanisme dan sistem audit K3 yang ada pada umumnya.  Padahal data menunjukkan kompensasi biaya langsung akibat kelainan ini (overexertion) menempati rangking pertama (sekitar 30%) dibandingkan dengan bentuk kecelakaan-kecelakaan kerja yang lain.

Kondisi berikut menunjukkan beberapa tanda-tanda suatu sistem kerja yang tidak ergonomik:

  • Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan
  • Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan
  • Pekerja sering melakukan kesalahan (human error)
  • Pekerja mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang
  • Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja
  • Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang
  • Postur kerja yang buruk, misalnya sering membungkuk, menjangkau, atau jongkok
  • Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup
  • Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan
  • Komitmen kerja yang rendah
  • Rendahnya partisipasi pekerja dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikap kepedulian terhadap pekerjaan bahkan keapatisan

Dengan ergonomi, sistem-sistem kerja dalam semua lini departemen dirancang sedemikian rupa memperhatikan variasi pekerja dalam hal kemampuan dan keterbatasan (fisik, psikis, dan sosio-teknis) dengan pendekatan human-centered design (HCD).  Konsep evaluasi dan perancangan ergonomi adalah dengan memastikan bahwa tuntutan beban kerja haruslah dibawah kemampuan rata-rata pekerja (task demand < work capacity).  Dengan inilah diperoleh rancangan sistem kerja yang produktif, aman, sehat, dan juga nyaman bagi pekerja.