“SBY Gagal, Indonesia Berkabung”

Dua tahun tepat telah dijalani SBY- Boediono dalam memerintah negeri ini, dua tahun pula Indonesia dijanjikan janji – janji manis politik yang tidak kunjung direalisasikan. Begitu banyak kasus – kasus yang silih berdatangan tetapi tetap  tidak menunjukan hasil positif.  Mulai dari kasus lumpur lapindo yang tidak jelas hingga kini nasib korbannya, lalu pemasungan TKI, kasus tapal batas RI-Malaysia, hingga masalah yang tetap menjadi favorit rakyat “Pemberantasan Korupsi”.

Pemerintah saat ini sudah terlalu nyaman untuk berjalan jalan keluar dan melihat lihat keadaan rakyatnya diluaran sana. Begitu banyaknya mafia dimana-mana dan begitu banyaknya  korupsi ditubuh pemerintahan , menyebabkan rakyat menjadi terlantar. Uang yang seharusnya digunakan untuk membangun negeri ini , malah dimakan sekelompok manusia tamak. Hasil bumi indonesia yang seharusnya digunakan digunakan untuk mensejahterakan pemiliknya (rakyat) malah dieksploitasi oleh pihak – pihak asing.

Pemerintah telah dinilai gagal dalam menegakkan hukum lantaran masih banyaknya kasus korupsi yang tidak diusut hingga tuntas. Untuk itulah mahasiswa sebagai agent of change merasa perlu melakukan pergerakan dan menyuarakan suara – suara kaum tertindas kepada pemerintah.

BEM IT Telkom bersama BEM – BEM kampus lain pun tidak lepas dari aksi pergerakan, dibawah aliansi dan komando BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) , mereka menyusuri istana dan ruas ruas jalan dijakarta demi menegakkan perjuangan dan menyerukan aspirasi langsung kepada pemerintah. BEM SI menilai saat ini pemerintahan yang dikomandoi SBY-Boediono gagal dalam menjalankan amanahnya.  Buruknya penegakan hukum dinegeri ini hingga menyebabkan korupsi merajalela. Kebijakan luar negeri juga menjadi poin keprihatinan tersendiri bagi BEM SI. Lemahnya pemerintah dalam upaya perlindungan terhadap buruh migran dan ketidakmampuan mengawal tapal batas RI dinilai sebagai lemahnya pemerintahan SBY mengokohkan kedaulatan negara dan hubungan luar negeri.

Para mahasiswa ini melakukan longmarch dari bundaran HI ke istana Negara dengan membawa aspirasi aspirasi mereka. Dan malam nya mereka melakukan Malam Renungan yang diadakan di Bundaran HI sambil bertafakur dan berdoa akan kegiatan dan aspirasi yang mereka sampaikan tadi pagi. Acara malam renungan ini dibuka aksi teatrikal dan pembacaan puisi dari beberapa rekan mahasiswa, sambil menghidupkan lilin dan memakai pita hitam dilengan dalam rangka berkabung atas gagalnya pemerintahan SBY-Boediono.

Tetapi rupanya perjalanan penyampaian aspirasi ini tidak lah berjalan sesuai dengan rencana, massa yang berunjuk rasa tidak hanya mahasiswa saja, tetapi banyak juga massa dari golongan lain. Tentu saja hal ini menambah bukti bahwa gagalnya pemerintahan SBY-Boediono, tetapi hal ini juga merusak tema aspirasi yang dibawakan teman teman mahasiswa karena banyak massa/golongan yang ditunggangi oleh sekelompok orang yang cuma ingin memanfaatkan momentum demi kepentingan dia atau kelompoknya. Chaos pun tidak bisa dihindari lagi, dan teman teman BEM SI akhirnya memilih mundur.

Apapun tujuan nya , apapun caranya tetaplah perjuangan itu gak boleh disia siakan. Mungkin masih sedikit dari kita yang berani bersikap kepada pemerintah saat ini. Dan niscaya, ibarat kata pepatah “banyak jalan ke roma” begitu juga banyak cara lain dalam memperjuangkan bangsa ini kedepannya dan hal itu bisa dimulai dari hal kecil atau dari diri kita sendiri.


Leave a Reply