Rektor baru = “Bersiaplah Berbeda”

Di tengah kesibukan selaku Orang Nomor 1 “baru” di kampus ini, Bapak AT Hanuranto menggelar public hearing (lebih tepat disebut sarasehan) bersama mahasiswa pada Kamis, 22 April 2010 di aula/Student Hall. Tak tanggung-tanggung, acara ini disambut antusias dengan bukti nyata dihadiri lebih dari 80 mahasiswa dan acaranya sendiri baru selesai 22.45, pAdahal dimulai sejak 19.30. Apa yang menjadi daya tarik acara ini tak lain adalah tingginya harapan agar rektor baru dapat mengatasi masalah yang sudah melegenda (baca:dari dulu selalu kambuh) maupun mau dibawa ke depannya IT Telkom oleh beliau.

Acara diawali pemaparan rencana-rencana oleh rektor baru. Beberapa step yang bakal dilakukannya antara lain :

1. Membangun trust, yaitu sifat saling percaya di seluruh elemen dan lintas elemen di civitas akademia. Diharapkan hubungan yang selama ini kaku bisa menjadi lebih kekeluargaan dna tidak ada lagi kearoganan antar unit di jajaran rektorat. Termasuk pula peningkatan keramahan dalam memberikan layanan kepada mahasiswa.

2. Restrukturisasi(revitalisasi) organisasi, akan dilakukan dengna lebih mengefektifkan kuantitas pejabat di jajaran rektorat serta meringkas jalur birokrasi yang selama ini dikeluhkan mahasiswa lantaran dianggap blibet

3. Membenahi infrastuktur fisik kampus. Beliau mengaku kaget dengan kondisi fisik internal kampus yang jauh dari imaje “wahh” yang dilabelkan ke kampus ini. Termasuk di dalamnya disinggung penggunaan listrik yang perlu ditinjau lagi efisiensinya, kebersihan, serta kondisi media penunjang kuliah yang perlu disoroti, seperti infokus.
4. Menata ulang investasi, maksudnya antara income dan outcome perlu lebih ditepatgunakan. Untuk income perlu lebih meningkatkan pemasukan di luar SPP dan untuk outcome beliau menyoroti banyaknya penggunaan dana yang tidak terkontrol.

Di luar step-step tersebut beliau juga berbagi cerita tentang beberapa masalah pelik di kampus ini, seperti ketersedian SDM pengajar, ketidakkompakan diantara civitasakademia. Ke depannya beliau jgua akan lebih melakukan pembagian wewenang antara pejabat di lingkup fasilitas dengan pejabat rektorat agar tidak ada lagi saling lempar kesalahan.

Terkait hubungan dengna masyarakat sekitar pun disinggungnya, yaitu akan lebih mengharmoniskan antara institusi, mahasiswa, dan masyarakat. Bahkan saat ini sedang diupayakan membangun link kerja sama dengna Kementerian Perumahan Rakyat terkait renovasi perumahan “tidak layak” di sekita kampus.

Namun beliau mengajak agar semua, termasuk mahasiswa untuk ikut serta mengoptimalkan fungsi masing-masing untuk mencapai tujuan-tujuan tadi. Beliau merencanakan awal Mei gebrakan-gebrakan sudah mulai direalisasikan, termasuk yang kini sedang dalam tahap penggodokan, yaitu penentuan siapa saja wkil rektor maupun pejabatpejabat kampus lainnya.

Kita doakan semoa rencana-rencana hebat tadi bisa menjadi sebuah target yang bisa dicapai bersama-sama…tapi…tak hanya doa, ayo kita upayakan yang kita mampu, ide-ide kita pun ditunggu di ruangannya yang siap online selama jam kerja.


Leave a Reply